Saya mencoba untuk memaksakan diri menulis. Menulis, apapun
itu. Tulis saja, yang penting nulis. Entah mau jadi sampah atau… apalah. Jurusan
saya, Ilmu Sejarah dan cita-cita saya sebgai jurnalis membuat saya mengharuskan
diri untuk berlatih mulis. Walaupun yang ditulis ya… seperti yang anda baca sekarang
ini.
Sabtu, 06 Oktober 2012
Kamis, 04 Oktober 2012
Panas Dingin
Mentari menyapa
Tapi ku tak berkata
Hujan menetes
Dan semuanya tak beres
Menebal pigmenku
Karna dibakar oleh sang raja api dikala dia
tertawa,
Dan kuyup diriku
Ketika si kinton meludah sembarangan
Inilah aku sang perantau
Yang menghemat lembar pahlawan
Untuk dilepas,
Keluar dari selip pakaian
Teringat akan bangunan putih
Dengan sepasang manusia di dalamnya
Yang mengajariku untuk tertawa
Tertawa akan anehnya dunia
Dengan apapun perbedaan di dalamnya
Perbedaan yang berwarna
Seperti warna di planet ketiga
Terima kasih
Sejoli yang menjadi pengajarku
(bola berkawah tertawa melihat pelajar malas
berjuang)
Demi Kerupuk Kulit
Hiruk pikuk yang
nyaring di kota ini,
Tepat di depan kandang
kereta aku berdiri
Menunggu delivery dari
sang penjagaku
Penjaga lain sudah
datang dan menunggu
Kuda besi dan benda
kotak bermesin
Sudah tak sabar ingin
mengeksekusi
Dan kemudian kembali
ke sarangnya
Penyakit Menurun
Malam-malam membuka blog saya yang sudah tiga bulan tidak saya sambangi. Sejarah pembuatan blog ini saja karena mendapat taruhan dari senior saya di UKM Prima dan Nisrina, dan satu lagi korban taruhan mereka, Lynda. Kapan-kapan saja cerita tentang ini.
Masalah klasik kalau sudah lama tidak membuka sesuatu yang mempunyai kunci dan kuncinya disimpan di pikiran kita, yaitu lupa kuncinya. Saya mencoba dengan password adalan saya. Nama binatang yang biasanya untuk makian. Eh, ternyata gagal. Untungnya Google punya bantuna keamanan (yah, pasti semua tahu kalau Blogspot adalah produk Google).
Langganan:
Postingan (Atom)