Kamis, 23 Mei 2013

Ketemu Berhala


Saya sedang suka nonton konser. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya bulan April, salah satu penyayi favorit saya, Maliq & D’essentials manggung di GOR UNY.  Satu bulan sebelumnya, saya pun langsung mencari calo, eh bagian tiketnya supaya bisa dipastikan kalau saya bisa nonton.

Kemudian, beberapa hari berikutnya kawan saya, Sofwan bilang kalau Mocca, penyanyi favorit saya lainnya juga akan konser bulan Mei. Tanpa perlu berpikir kalau kantong saya lagi meronta-ronta saya langsung bilang ke Sofwan kalau saya nitip tiket. Dan, yes! Saya dapat!

Selasa, 14 Mei 2013

Daya dan Iba


Saya sedang berkendara menggunakan sepeda motor yang diberikan oleh ayah saya. Bukan perjalanan yang jauh, hanya perjalanan dari kosan saya di samirono menuju kampus saya di Fakultas Ilmu Sosial.  Mungkin belum sampai setengah perjalanan, setelah menyeberang jalan, di perempatan lapangan futsal, saya mengamati sesuatu yang bagi saya menyentuh.  Kalian pasti tahu trotoar di daerah stadion FIK hanya ada di sebelah timur. Bukan, saya bukan hendak membincang tentang trotoar tapi membincang apa yang terjadi di trotoar.
Di trotoar yang sempit itu, ada penjual beras kencur yang saya pikir nasibnya tidak masuk dalam ketegori kasihan bagi saya, dan ada penjual-penjual lain yang belum cukup menyentuh. Yang menarik bagi saya adalah kehadiran anak kecil yang mungkin usia 5 tahun ke atas. Anak kecil itu hanya mengenakan kaos singlet, bercelana biru, dan menggendong sebuah tas. Saya lupa anak laki-laki itu bersepatu atau tidak. Saya melihatnya seperti seorang murid TK namun berada tidak pada waktu dan tempat yang tepat.

Jumat, 05 April 2013

Leaflet Pertama Saya


Beberapa minggu yang lalu,  saya mnedapt tugas untuk membuat leaflet di mata kuliah Sejarah Kepariwisataan. Leaflet, berarti saya harus nglaeot. Saya bukan orang yang bisa nglaeot atau orang yang kreatif. Akhirnya, saya pun nekat nglaeot dan ini lah hasil laeotan saya yang pertama.

Halaman depan leaflet.

Kamis, 14 Maret 2013

Ada yang Menunggu di Rumah, Lho!


Teh hangat, leker coklat, nasi putih, dan ikan gurameh kuah kuning semuanya pasti dihidangkan oleh Ibu waktu saya tiba di rumah selepas perjalanan 2 jam dari Jogja dengan kendaraan bermotor. Bukan hanya makanan, teriakan dan pelukan adik-adik saya yang masih SD pun membuat saya sangat menikmati momen ini. Pulang kampung, kembali ke rumah. Saya pernah berpikir, selepas SMA saya tidak akan pernah lagi benar-benar tinggal di rumah. Rumah hanya akan menjadi tempat singgah dan hiburan di tengah kesibukan kuliah.