Saya sedang berkendara menggunakan
sepeda motor yang diberikan oleh ayah saya. Bukan perjalanan yang jauh, hanya
perjalanan dari kosan saya di samirono menuju kampus saya di Fakultas Ilmu
Sosial. Mungkin belum sampai setengah
perjalanan, setelah menyeberang jalan, di perempatan lapangan futsal, saya
mengamati sesuatu yang bagi saya menyentuh. Kalian pasti tahu trotoar di daerah stadion
FIK hanya ada di sebelah timur. Bukan, saya bukan hendak membincang tentang
trotoar tapi membincang apa yang terjadi di trotoar.
Di trotoar yang sempit itu, ada penjual
beras kencur yang saya pikir nasibnya tidak masuk dalam ketegori kasihan bagi saya,
dan ada penjual-penjual lain yang belum cukup menyentuh. Yang menarik bagi saya
adalah kehadiran anak kecil yang mungkin usia 5 tahun ke atas. Anak kecil itu
hanya mengenakan kaos singlet, bercelana biru, dan menggendong sebuah tas. Saya
lupa anak laki-laki itu bersepatu atau tidak. Saya melihatnya seperti seorang
murid TK namun berada tidak pada waktu dan tempat yang tepat.